Apakah saya mengalami kecenderungan melukai diri sendiri?
Self-Harm Inventory (SHI) adalah instrumen psikologis yang digunakan untuk menilai perilaku melukai diri sendiri (non-suicidal self-injury, NSSI). Kuesioner ini pertama kali dikembangkan oleh Sansone, Wiederman, dan Sansone (1998) untuk mengidentifikasi individu yang memiliki riwayat perilaku melukai diri.
SHI terdiri dari 22 pertanyaan yang menanyakan apakah seseorang pernah dengan sengaja melakukan tindakan tertentu untuk menyakiti dirinya sendiri, seperti memotong, membakar, atau memukul diri sendiri. Jawaban diberikan dalam format ya/tidak, dan skor dihitung berdasarkan jumlah perilaku yang diakui oleh individu.
Manfaat SHI di antaranya:
Identifikasi awal perilaku melukai diri sendiri pada individu.
Membantu profesional kesehatan mental dalam menilai tingkat risiko dan kebutuhan intervensi.
Dapat digunakan dalam penelitian untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan NSSI.
Penggunaan SHI yang tepat dapat membantu dalam deteksi dini dan penanganan perilaku self-harm, sehingga mencegah konsekuensi yang lebih serius di masa mendatang. Self-Harm Inventory versi Indonesia valid dan reliabel untuk deteksi dini dalam setting klinis.
Sumber & Referensi:
Sansone, R. A., Wiederman, M. W., & Sansone, L. A. (1998). Psychological Reports, 83(1), 3-7.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
Kusumadewi, A. F., et al. (2019). Jurnal Psikiatri Surabaya, 8(1), 21-28.
Petunjuk Pengisian
Jawablah semua pertanyaan sesuai dengan kondisi yang Anda alami atau rasakan.
Setiap jawaban yang dipilih akan secara otomatis dikalkulasikan skornya.
Semakin jujur Anda menjawab, maka hasil tes ini akan semakin akurat untuk evaluasi awal.
Pastikan semua pertanyaan sudah terjawab. Jika sudah, klik tombol Cek Hasil Test di bagian bawah.