Bunuh diri merupakan fenomena global dan terjadi sepanjang hidup. Bunuh diri menjadi penyebab utama kematian pada kelompok umur 15-29 tahun secara global. Sebanyak 79% bunuh diri terjadi di negara dengan pendapatan rendah sampai menengah. Bunuh diri juga menyumbang 1.4% kematian di seluruh dunia.
Bunuh diri tidak dilakukan berdasarkan satu faktor tertentu, melainkan hasil interaksi dari faktor biologis, klinis, genetik, dan lingkungan. Interaksi dari banyak faktor ini akan menjelaskan mengapa seseorang dapat melakukan tindakan bunuh diri.
Dalam menilai risiko adanya bunuh diri, ada beberapa tanda yang perlu dikenali seperti perubahan raut wajah, kejadian pencetus, perubahan perilaku, gangguan psikiatri (sulit tidur, emosional, ketakutan), serta keputusasaan. Keputusasaan dianggap sebagai salah satu prediktor utama dan sering ditemukan menjadi gejala akhir sebelum melakukan percobaan.
Kuesioner Modified SAD PERSONS Scale adalah salah satu alat ukur yang dikembangkan oleh Patterson et al. Alat ini umumnya digunakan dalam memprediksi kemungkinan rawat inap dari pasien yang berisiko bunuh diri dan memiliki sensitivitas 94% serta spesifisitas 71%.